BRMP Papua Barat Hadiri Pertemuan Awal Pekerjaan Cetak Sawah Rakyat
Manokwari (15/07/2026) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat menghadiri pertemuan bersama antara penyedia konstruksi dengan berbagai stakeholder yang terlibat sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman antara pemerintah, pelaksana kegiatan, dan masyarakat sebelum dimulainya pekerjaan di lapangan.
Kegiatan Cetak Sawah Rakyat seluas 37 ha yang dilaksanakan di Kampung Aurmios, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari juga dihadiri oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Manokwari, Penyedia Konstruksi, Penyuluh Pertanian Lapangan, Kepala kampung, Kepala Suku, Tokoh Adat, Masyarakat pemilik hak ulayat dan pemilik lahan. Pertemuan berlangsung secara terbuka dengan mengedepankan musyawarah, transparansi, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Dari hasil pertemuan, disampaikan juga bahwa kegiatan Cetak Sawah Rakyat selanjutnya adalag dengan luasan 67 ha dan akan dilaksanakan di Kampung Kali Merah, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Total luas cetak sawah di distrik Masni menjadi 105 ha.
Dalam kesempatan tersebut, BBRMP Papua Barat menyampaikan bahwa pembangunan cetak sawah merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui penambahan luas baku sawah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat sebagai pemilik hak ulayat dan lahan.
Melalui forum ini, dilakukan penyampaian informasi mengenai rencana pelaksanaan pekerjaan, tahapan kegiatan, manfaat program bagi masyarakat, serta komitmen seluruh pihak untuk menjaga kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Berbagai masukan dan aspirasi masyarakat juga menjadi perhatian agar pelaksanaan program tetap menghormati nilai-nilai adat, ketentuan yang berlaku, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
BRMP Papua Barat menegaskan bahwa komunikasi yang baik dengan masyarakat merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan pembangunan pertanian. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif akan terus dikedepankan agar setiap tahapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Dengan terlaksananya pertemuan ini, diharapkan pekerjaan cetak sawah dapat segera dimulai sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan luas areal persawahan, memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat di Papua Barat.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, pemilik lahan, dan seluruh pemangku kepentingan, BBRMP Papua Barat optimistis pelaksanaan kegiatan Cetak Sawah Rakyat dapat berjalan sukses serta menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.